Madrasah Mahira;Madrasah Hijau Ramah Anak. Visi : Unggul, Mandiri, Islami dan Peduli Lingkungan
Senin, 21 Agustus 2017
Minggu, 02 April 2017
Senin, 27 Februari 2017
Kamis, 17 November 2016
Ikuti Heroik Santri 2016
Prigen, 15 Novemeber 2016
Persiapan gelaran Heroik Santri 2016, siswa sebagai 'santri' moderan dari MTsN Prigen ikut andil meramaikan kegiatan tersebut yang akan digelar 19 Nov 2016 di Candra Wilwatikta Pandaan bersama ribuan Santri se Kabupaten Pasuruan, yang pasti akan dihadiri Bupati Pasuruan. Sebagai simbol santri peran aktif dalam misi 'santri' yang haus ilmu dan peran masyarakat tercermin dari 'show of force" santri-santri Pasuruan yang sudah mengimage-kan diri sebagai Kota Santri.
Tahun ini siswa kita berperan menjadi penggembira dengan "show huruf" Heroik Santri dengan melibatkan ratusan siswa. dengan membawa balok kertas bertulis formasi "Heroik Santri"
Persiapan dua hari 2 jam sebelum Pulang sekolah dikorbankan untuk menata dan mengatur formasi yang dikomandani Subagyo, SPd dan Luqman Hakim serta beberpa guru yang ditunjuk sebagai Koorlap. Yang jelas tgl. 19 Nov ini Candra Wilwatikta akan dibanjiri siswa dan santri. (guz)
Rabu, 02 November 2016
Senin, 17 Oktober 2016
Senin, 19 September 2016
Terima Plakat Adiwiyata Kabupaten 2016
Prigen, 19 September 2016
Kamad MTsN Prigen Terima Plakat Adiwiyata Tk. Kab. dari Bupati Pasuruan saat acara Hari lingkungan yang digelar di Kebon Raya Purwodadi pada kamis, 15 September. Penyerahan plakat di sekolah diserahkan Kepala Madrasah kepada Koordinator Adiwiyata Anjar K bersama tim satgas prima adiwiyata dalam prosesi upacara yang sekaligus memperingati hari jadi Kab. Pasuruan yang ke-1987 tahun 2016. Disaksikan seluruh peserta upacara Firmansyah memberikan plakat Adiwiyata itu dalam suasana hikmat.
Lanjut di dalam ruang Guru, Firmasnyah memberikan sambutan sekaligus pesan..."bahwa ini merupakan tanggungjawab yang besar karena ini sudah tidak bisa lagi kita tidak peduli, ..artinya kita harus terus wujudkan sekolah Adiwiyata, bukan lagi sebagai program, akan tetapi 'membudaya' yang dilakukan seluruh insan penghuni madrasah ini.." jelasnya semangat. Sementara guru koordinator Pokja diabsen oleh Kamad sebanyak 12 orang ditagih bagaimana kelanjutan program-programnya setelah ini...
Langganan:
Postingan (Atom)











